searah dengan kepenasaran saya pada dunia kepemimpinan, saya pilih studi kepemimpinan dalam disertasi saya. Lewat pergulatan sepanjang 7 th. dengan beberapa ribu jurnal, pada akhirnya saya temukan teori jalinan atasan bawahan (leader-member exchange) sebagai teori kepemimpinan yang efisien.
Di saat lantas, beberapa pakar berasumsi seseorang pemimpin bakal memperlakukan bawahannya sama seperti ia memperlakukan bawahan itu sebagai satu grup. Contoh, saat saya memiliki bawahan Bambang serta Totok, saya memperlakukan keduanya sama juga. Tetapi oleh teori jalinan atasan-bawahan diketemukan, perlakuan pemimpin tidak sama pada bawahan satu serta yang lain. Saya bakal memperlakukan Bambang tidak sama dengan Totok serta demikian sebaliknya. Mungkin saja saya bakal memperlakukan Bambang lebih pribadi, saya lebih perduli padanya, saya berikan dia beberapa pekerjaan lebih berat. Sebagai imbalannya, saya berikan dia pelbagai sarana.
Demikian sebaliknya, Bambang
mungkin saja bakal bekerja lebih keras, lebih lama, tetapi ia rasakan hal semacam itu bukanlah sebagai beban. Kenapa? Lantaran ia saya cermati serta saya berikan sarana penambahan. Bahkan juga saat waktunya peninjauan jabatan, ia bakal saya usulkan untuk naik jabatan lebih dahulu di banding beberapa rekannya yang lain. Bila keadaan seperti ini yang berlangsung, jadi hal semacam itu dikatakan sebagai in-group.
Saat saya memperlakukan karyawan lain tak demikian pribadi, saya berikan mereka cuma beberapa pekerjaan yang memanglah semestinya mereka kerjakan. Saya juga tak menuntut terlalu berlebih, serta tak berikan sarana penambahan. Grup karyawan berikut yang termasuk juga dalam grup out-group.

0 comments:
Post a Comment