Kumpulan catatan tentang Motivasi Islami ,Motivasi Karier ,Motivasi Bisnis ,Motivasi Personality

Friday, March 12, 2010

Ketika Perusahaan ingin Hidup Abadi


Semuanya yang ada menanti dengan ketertarikan. Gadis manis itu, bergaun sutera putih, mengambil nafas panjang, “hee eh…” serta lalu dengan sepenuh tenaga ia lontarkan nafasnya lewat mulutnya, “wus, wus…” serta matilah nyala lilin itu. Ya, ia barusan usai meniup lilin lagi th..
Saat gema lagu “selamat lagi th. serta panjang umurnya” usai, walaupun ada yang salah ucap jadi “panjang ususnya” pesta dilanjutkan dengan peniupan lilin serta pembagian lagi th.. Selalu saja acara dilanjutkan dengan mencium pipi gadis itu, “sengok-sengok” serta pesta berlanjut…

“Mbok bila Gusti Pangeran mengijinkan, saya tidak mati saja. Rasa-rasanya saya telah lelah hidup didunia ini. Semuanya rekan saya telah tidur dengan tenang di alam arwah sana, sesaat saya, jadi hidup selalu dengan penyakit tua yang semakin menggerogoti tubuh saya, ” Ucap seseorang pria tua berumur 88 th., yang “mendamba” kematian. Baginya, makin cepat “panggilan pulang” ada, makin suka juga ia. Baginya, apa berarti hidup lama bila penyakit yang beberapa macam senantiasa ada dalam hari-hari panjangnya.
Ada kontradiksi disini. Pada lagi th. gadis cantik tadi, kebanyakan orang mengharap supaya usia panjang, panjang rezeki, jodoh, serta panjang segala-galanya…Sementara, orangtua tadi demikian mendamba kematian.
Tetapi ada satu yang tentu, manusia tentu mati. Berapakah juga umurnya, tentu mati. Bahkan juga Nabi Nuh, yang konon berumur 800 th., pada akhirnya beliau meninggal dunia.
Saya rasa tak ada satu orang juga yang menyanggah hal semacam ini, walaupun beberapa narasi popular di Barat ada yang menyangsikan kepastian ini. Hikayat Vampire pengisap darah, yaitu tokoh yang dapat hidup selalu selama hidup. Mereka cuma dapat mati bila terkena cahaya matahari atau terkena belati kayu yang telah di beri mantra, serta itu juga mesti dapat ditusukkan pas di dalam jantungnya. Bila cuma tentang lengan, terlebih rambut, terang vampire itu tak mati.
Hidup abadi, dengan cara bawah sadar, yaitu idaman kebanyakan orang. Anda tidak mau hidup abadi? Ah, yang benar saja. O, mungkin saja ada prasyarat, kita inginnya hidup abadi yang sehat, muda selalu, serta sudah pasti mesti bahagia. Demikian bukanlah hasrat anda? Namun, celakanya, hidup seperti itu tak ada.
Namun harapan hidup kekal senantiasa bergema di ruangan batin kebanyakan orang. Harapan mereka saat ini diarahkan pada yang lain, yakni perusahaan. Dengan cara logika, harusnya semuanya perusahaan mesti dapat hidup selama-lamanya. Kenapa? Lantaran tidakkah karyawan yang tua dapat digantikan oleh yang muda? Yang pensiun ditukar tenaga fresh. Otak tua ditukar otak muda. Tidakkah semestinya dapat hidup selama hidup?
Perusahaan tempat saya bekerja, PT. Pos Indonesia, termasuk juga sangatlah tua. Kantor pos yang pertama kalinya didirikan, yaitu th. 1864 di Batavia. Jadi Pos sekarang ini telah berumur 142 th.. Bila ia manusia, ia tentunya sangatlah renta. Namun bila ia awet muda, ia mungkin saja telah memiliki pengalaman kawin 3 atau 4 kali, lantaran istri-istrinya telah meninggal dunia duluan.
Disamping itu, kantor tempat istri saya bekerja, telah “wafat” lama. Saat kami pacaran, saya senantiasa dengan bangga lihat tulisan di mana-mana, “Tanah ini punya BHS Bank. ” Saat saya bertanya apa singkatannya BHS, dengan ketertarikan “pacar” saya menjawab, “Bank Harapan Suram. ” Saat ini bank itu telah almarhum. Saya meyakini bank itu masihlah belum sangat “tua” saat ia wafat.
Saat saya kerap naik pesawat, saya waktu itu terasa bangga. Pramugari serta pramugara yang melayani pesawat itu cantik serta ganteng. Naik pesawat itu, serta lalu menceritakan pengalaman pada rekan-rekan saya, bikin saya semakin bangga. Sempati, nama maskapai itu, saat ini telah almarhum.
Jejeran perusahaan kelas atas yang almarhum demikian banyak, dari mulai Bank Bali, Bank Duta, sampai bank Putera Sukapura. Apakah Sempati, BHS, serta bank-bank itu termasuk juga buruk kemampuannya? Apakah service mereka pada pelanggan sedemikian buruknya hingga ditinggalkan oleh pelanggannya? Tak. Menurut saya, service mereka baik, bahkan juga Bank Bali, begitu baik. Bila baik, kenapa mereka mesti telah “meninggal? ”
Disamping itu, Pos, si tua renta, masihlah dapat hidup serta bernafas. Bahkan juga, dengan manajemen kiat yang lumayan pas di belakangan ini, Pos melakukan sejenis “mutasi sel” hingga sebagian sel-selnya jadi remaja (rejuvenated) serta mungkin saja sel remaja itu memengaruhi beberapa sel tua yang lain serta berpindah jadi remaja, yang pada akhirnya dapat hidup selalu. 
Hadapi misteri kematian, memanglah menakutkan, sekalian menghidupkan rasa menginginkan tahu yang besar. Ingrid Bonn, dari Griffith University Australia, juga tertarik lihat fenomena itu. Ia menginginkan lihat kenapa satu perusahaan dapat hidup selalu, sesaat yang lain telah mati lebih dahulu. Aspek apa sebagai penyebabnya hidup serta matinya perusahaan.
Lewat studinya pada 63 perusahaan di Australia, serta menguji 1000 variabel yang diprediksikan punya pengaruh pada kelanggengan perusahaan, ia temukan sebagian kenyataan menarik. Ia temukan ada lima aspek yang dengan cara penting punya pengaruh pada ketahanan perusahaan. Aspek itu yaitu : 1) Ukuran perusahaan, 2) system rencana, 3) arah perusahaan, 4) riset serta pengembangan, 5) ciri-ciriistik kepemilikan.

Ukuran perusahaan. Makin besar ukuran perusahaan, makin tinggi daya hidupnya. Dari penelitiannya, Inggrid temukan kalau perusahaan di Australia yang berpendapatan kian lebih 279 juta dolar Australia, lebih berpeluang hidup di banding perusahaan yang berpendapatan dibawah itu.

Pertanyaannya, kenapa perusahaan yang berpendapatan besar itu tambah lebih lestari hidupnya? Dari literature kita ketahui kalau perusahaan besar terang mempunyai kelebihan dalam taraf ekonomi. Mereknya terkenal, mereka dapat juga “bargain” tambah baik dengan penyuplai serta distributor. Pada umumnya, mereka memanglah mempunyai “kekuatan” yang lebih di pasar.


Ketika Perusahaan ingin Hidup Abadi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Post a Comment